Lewati ke konten

CIDES‑ICMI Malut bersama Museum Alfred Russel Wallace dan Gamalama TV bahas 27 Tahun Maluku Utara

· 2 menit baca2.242kali dibaca
Redaksi Literat.id, literat.id
Penulis

LITERAT.ID - Dalam rangka memperingati HUT ke‑27 Provinsi Maluku Utara, CIDES ICMI Maluku Utara bekerja sama dengan Museum Alfred Russel Wallace dan Gamalama TV menyelenggarakan kegiatan bertajuk DIKSI (Diskusi dan Aksi) dengan tema 27 Tahun Provinsi Maluku Utara: Tantangan, Harapan, dan Masa Depan.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 20.30 WIT hingga selesai di halaman Pasar Melayu Benteng Oranje Ternate, dan disiarkan melalui saluran YouTube Gamalama TV, Jumat, 23 Oktober 2026 .

Acara dibuka oleh pembawa acara Achmad Pical yang juga selaku Manajer Gamalama TV, menyampaikan bahwa DIKSI menjadi ruang pertukaran gagasan terbuka guna merenungkan perjalanan dua puluh tujuh tahun berdirinya provinsi sekaligus merumuskan langkah‑langkah aksi ke depan.

Pertama, pemaparan disampaikan oleh Prof. Dr. Rusman Soleman, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Malut, yang menguraikan gambaran pertumbuhan ekonomi Maluku Utara beserta peluang dan hambatan yang masih dihadapi daerah.

Dilanjutkan oleh Dr. Agus Salim Bujang, Pengurus ICMI Malut, yang menegaskan pendidikan sebagai tiang utama pembangunan daerah.

Asghar Saleh, Wakil Ketua ICMI Malut, menyentuh soal literasi dan dinamika dunia politik yang tak henti diperbincangkan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Kemudian Dr. Hairudin, Pengurus CIDES ICMI Malut, membahas penanganan kesehatan masyarakat, khususnya pengendalian penyakit kronis dan pencegahan HIV‑AIDS.

Ridwan Lessy, Ph.D menyentil soal Perikanan dan Kelautan di Provinsi Maluku Utara. Dr. Misrina, juga Pengurus CIDES ICMI Malut, menyoroti peran penting dan kekuatan perempuan dalam panggung politik dan ekonomi daerah.

Dari sisi sosial‑budaya, penjelasan disampaikan oleh Dr. Herman, Sekretaris ICMI Malut. Selanjutnya Wasis Nugroho, Pengurus CIDES ICMI Malut, memaparkan upaya penanganan bencana yang menjadi perhatian utama di wilayah Maluku Utara.

Rinto Taib, Kepala Museum Alfred Russel Wallace, memperkuat bahasan tersebut dengan mengaitkan peran warisan budaya sebagai fondasi kemajuan daerah.

Suara generasi muda disampaikan oleh Mardania Gajali, Wakil Bendahara CIDES ICMI Malut, yang menyampaikan harapan dan tanggung jawab pemuda untuk ikut membangun masa depan provinsi.

Di bagian penutup, Amar Ome, Ketua CIDES ICMI Malut sekaligus Sekretaris Dewan Pakar ICMI Malut, merangkum seluruh gagasan utama dari para narasumber menjadi kerangka panduan aksi bersama ke depannya.

Kegiatan DIKSI yang diinisiasi oleh CIDES ICMI Malut ini menjadi wadah pertemuan pemikir, praktisi, budayawan, dan pemuda untuk saling bertukar pandang, mengidentifikasi tantangan yang ada, dan menanamkan harapan agar usia ke‑27 Maluku Utara menjadi titik awal kemajuan yang lebih terarah dan berkelanjutan. []

Editor: Redaksi Media Reputasi

0

Berita Terkait

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.