Lewati ke konten

Dari Tujuh Tahun Penantian ke Enam Dekade Kebersamaan: Kisah Cinta JK dan Mufidah yang Lebih Manis dari Puisi

· 3 menit baca1.642kali dibaca
Redaksi Literat.id, literat.id
Penulis

LITERAT.ID — Di panggung kekuasaan, Jusuf Kalla tampil sebagai negosiator ulung yang bicara tegas dan tak banyak basa-basi. Namun di balik sosok yang dikenal publik itu, tersimpan kisah cinta yang justru penuh liku, kesabaran, dan—anehnya—kerap membuat orang tertawa.

Adalah Mufidah Jusuf Kalla, perempuan yang membuat pria kelahiran Watampone, 15 Mei 1942, itu harus "berjuang" selama tujuh tahun hanya untuk sekadar menggenggam tangan sang pujaan hati. Bukan karena JK kurang gigih, melainkan karena tradisi dan penjagaan keluarga yang begitu ketat mengelilingi Mufidah muda.

Kisah ini kembali mencuat ketika pasangan tersebut merayakan ulang tahun pernikahan emas pada 27 Agustus 2017. Saat itu, di hadapan keluarga dan para tamu, JK membacakan puisi karyanya sendiri berjudul Setengah Abad yang Indah. Bukan hadiah berlian atau perayaan mewah, melainkan untaian kata yang mengingatkan kembali pada perjalanan cinta mereka sejak remaja di Makassar.

Tujuh Tahun Mengejar, Sekali Nonton Bareng—Itu Pun Berteman

JK dan Mufidah sebenarnya sudah saling mengenal sejak masa sekolah. Namun, mengenal dan memiliki adalah dua hal yang berbeda. Dalam berbagai kesempatan, JK bercerita bahwa ia butuh waktu tujuh tahun untuk mendekati dan meyakinkan Mufidah.

Bukan perkara sederhana. Ada tembok budaya yang harus ditembus: JK berasal dari tradisi Bugis, sementara Mufidah dari keluarga Minang. Perbedaan latar belakang ini membuat proses pendekatan tak sekadar soal rasa, tetapi juga soal meyakinkan keluarga.

Bagian paling menggelitik dari kisah mereka adalah soal kencan. Selama tujuh tahun mendekati Mufidah, JK mengaku hanya sekali berhasil mengajak gadis pujaannya menonton film di bioskop. Itu pun bukan kencan berdua—teman-teman Mufidah ikut menemani. Bahkan, kesempatan untuk sekadar menggenggam tangan sang pujaan hati terasa begitu sulit.

Cerita ini selalu mengundang tawa. Namun di baliknya, tersirat gambaran bagaimana hubungan mereka tumbuh dalam suasana keluarga yang ketat dan tradisi yang berbeda. Mufidah sendiri pernah menjelaskan bahwa keluarganya sangat menjaga dirinya, karena ia merupakan satu-satunya anak perempuan di antara saudara-saudaranya.

Puisi untuk Setengah Abad yang Indah

Pada 27 Agustus 2017, JK memberikan kejutan kepada Mufidah. Di hadapan hadirin, ia membacakan puisi yang ia tulis sendiri—mengisahkan perasaan sejak pertama kali jatuh hati, perjuangan mendapatkan restu keluarga, hingga perjalanan mereka sebagai pasangan suami istri.

Momen itu menjadi sisi lain dari sosok JK yang selama ini dikenal publik melalui pidato, negosiasi, dan aktivitas pemerintahan. Di hadapan keluarga dan para tamu, ia menunjukkan bahwa kisah cinta mereka masih memiliki ruang untuk dikenang dengan humor dan kehangatan.

Bagi publik yang terbiasa melihat JK sebagai negosiator ulung, pemandangan itu mungkin mengejutkan. Tapi justru di situlah pesonanya: seorang lelaki yang bicara lantang di ruang rapat ternyata bisa melunak di hadapan perempuan yang ia cintai sejak muda.

Menuju Enam Dekade: 2027

Jusuf Kalla dan Mufidah menikah pada 27 Agustus 1967. Artinya, pada 27 Agustus 2027 nanti, perjalanan pernikahan mereka akan genap 60 tahun—enam dekade kebersamaan yang bukan perkara singkat.

Kisah mereka bermula dari masa muda, melewati proses pendekatan yang panjang, perbedaan adat, kehidupan keluarga, hingga perjalanan JK di dunia bisnis dan pemerintahan. Tentu, hanya mereka yang benar-benar mengetahui seluruh cerita di balik perjalanan rumah tangganya.

Namun, kisah yang pernah mereka bagikan ke publik memberi satu gambaran menarik: hubungan yang bertahan lama tidak selalu dimulai dengan jalan yang mudah.

Kadang, cerita yang paling berkesan justru lahir dari hal-hal sederhana—kesabaran, kesediaan mengenal keluarga pasangan, dan kenangan kecil yang masih bisa ditertawakan bersama puluhan tahun kemudian.

Tujuh tahun memperjuangkan cinta, lalu enam dekade membangun kehidupan bersama.

Menjelang ulang tahun pernikahan mereka yang ke-60 pada 2027, kisah Jusuf Kalla dan Mufidah menjadi pengingat bahwa di balik sosok publik yang dikenal banyak orang, ada pula perjalanan pribadi yang penuh cerita—dan kadang, lebih mengharukan daripada pidato-pidato di panggung negara. []

Editor: Redaksi Media Reputasi

0

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.