Musim Hujan Tiba, Jakarta Perketat Pencegahan Demam Berdarah

JAKARTA, literat.id — Musim hujan mulai datang di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di beberapa daerah jatuh pada Oktober 2026, dengan puncak hujan pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Bagi petugas kesehatan, kabar itu berarti satu hal: genangan air akan bertambah, begitu pula tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Jakarta berangkat dari posisi yang relatif baik. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan jumlah kumulatif kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga Oktober 2026 lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut Metro TV, kasus tahun ini turun 16,5 persen dibanding 2025 dan sekitar 38,4 persen lebih rendah dibanding 2024.
Ani menyebut puncak kasus tahun ini terjadi pada Maret 2026, lalu terus menurun sejak April. Pada Oktober, Dinkes mencatat 58 kasus, lebih sedikit dibanding September.
Penurunan itu tidak membuat Dinkes DKI longgar. Dinkes menerbitkan Surat Edaran Nomor 35 Tahun 2026 tentang pencegahan DBD melalui sinergi lintas sektor dan integrasi data dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Pada 1 Oktober 2026, Dinkes juga menggelar rapat koordinasi dengan wali kota, bupati, camat, dan lurah untuk menyiapkan wilayah sebelum musim hujan.
Kementerian Kesehatan berulang kali mengimbau masyarakat menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara berkala, terutama saat musim hujan. Caranya: menguras dan menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air, ditambah langkah lain seperti memakai losion antinyamuk dan memelihara ikan pemakan jentik.
Kemenkes juga mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, wilayah yang terjangkit DBD meluas, termasuk ke daerah yang sebelumnya bebas dengue. Pada 2024, DBD tercatat di 482 kabupaten/kota.
Editor: Redaksi Literat.id


