Hari Santri 2026 Usung Tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas"

JAKARTA, literat.id — Upacara Hari Santri akan digelar di berbagai daerah pada Kamis (22/10/2026). Tahun ini, Kementerian Agama mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Tema dan logo itu diluncurkan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta pada 22 September 2026, sebulan sebelum hari peringatan.
Tema tersebut menggambarkan peran santri yang terus berkembang dalam pembangunan Indonesia. Kemenag juga mengajak pemerintah daerah, lembaga, dan masyarakat menyosialisasikan tema dan logo itu melalui laman resmi, media sosial, dan media luar ruang.
Rangkaian peringatan berlangsung lebih dari sehari. Kemenag menggelar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara di Kabupaten Malang pada 30 September hingga 6 Oktober. Tahun ini Kemenag juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang dinilai aktif mendukung pesantren. Rangkaian ditutup dengan Malam Bakti Santri untuk Negeri di Istora Senayan, Jakarta, pada 24 Oktober. Kemenag membuka ruang bagi kegiatan lain yang sejalan dengan tema, seperti kegiatan ekoteologi dan program kemandirian pesantren.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan tema sendiri: "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri". Menurut Sekretaris Jenderal PBNU, tema itu menegaskan bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat santri tercerabut dari akar keilmuan, adab, dan tradisi pesantren. Ia juga mengingatkan agar Hari Santri tidak berhenti sebagai acara seremonial. Peluncuran tema ini menjadi salah satu agenda awal kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031.
Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden pada 2015. Tanggal 22 Oktober merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan K.H. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan.
Editor: Redaksi Literat.id





