Lewati ke konten

Jalani Reses, Benny K Harman Soroti Nasib Pasien di Tenda Darurat RSUD Ruteng: Pascagempa, Pemulihan Rumah Sakit Harus Dipercepat

· 3 menit baca2.316kali dibaca
Redaksi Literat.id, literat.id
Penulis

LITERAT.ID — Dampak gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 masih menyisakan persoalan serius, terutama dalam pemulihan fasilitas kesehatan.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT, Benny K Harman, menyoroti kondisi pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang terdampak gempa.

Saat menjalani masa reses, Benny menyempatkan diri mengunjungi rumah sakit darurat untuk melihat secara langsung kondisi pasien yang masih menjalani perawatan di tenda-tenda.

“Pascagempa, masih ada sejumlah persoalan yang harus segera kita selesaikan. Salah satunya adalah kondisi rumah sakit di Ruteng, Manggarai, yang mengalami kerusakan akibat gempa. Sampai saat ini, pelayanan rawat inap dan rawat jalan masih dilakukan di tenda-tenda darurat. Rumah sakit yang roboh dan rusak belum bisa direnovasi atau dibangun kembali,” ujar Benny.

Menurut Benny, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Rumah sakit merupakan fasilitas publik yang sangat vital, terlebih bagi masyarakat di daerah yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Ia menilai, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada penyelamatan korban dan penyediaan fasilitas sementara. Pemulihan infrastruktur kesehatan juga harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali memperoleh pelayanan medis yang layak, aman, dan manusiawi.

“Ketika masyarakat masih membutuhkan pelayanan kesehatan, kita tidak boleh membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi prioritas. Rumah sakit perlu segera dipulihkan agar pasien dan tenaga kesehatan dapat menjalankan aktivitas pelayanan dengan lebih aman,” kata Benny.

Pelayanan Kesehatan di Tengah Keterbatasan

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk RSUD Ruteng. Kondisi bangunan yang terdampak membuat pelayanan pasien harus dipindahkan ke area darurat untuk menghindari risiko keselamatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam keterangan pada 16 Agustus 2026, menyebutkan bahwa kerusakan sejumlah bagian dan fasilitas RSUD Manggarai berdampak pada pelayanan pasien serta kegiatan administrasi rumah sakit.

Pemerintah kemudian menyiapkan rumah sakit lapangan sebagai solusi sementara agar layanan kesehatan tetap berjalan.

Kementerian Kesehatan juga mengerahkan tenaga medis dan mendirikan fasilitas rumah sakit lapangan untuk mendukung penanganan pasien di wilayah terdampak. Langkah ini diperlukan karena sebagian bangunan rumah sakit tidak aman digunakan setelah gempa.

Namun, keberadaan fasilitas darurat tidak serta-merta mengakhiri persoalan pemulihan. Pada 11 September 2026, seluruh pasien RSUD Ruteng dilaporkan telah dipindahkan ke rumah sakit lapangan di kawasan Bandara Frans Sales Lega, Ruteng.

Pemindahan itu dilakukan agar pelayanan kesehatan dapat berlangsung di lokasi yang lebih memungkinkan setelah bangunan rumah sakit mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan fasilitas kesehatan membutuhkan perhatian berkelanjutan, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam tahap rehabilitasi dan pembangunan kembali.

Jangan Biarkan Masyarakat Menunggu Terlalu Lama

Bagi Benny, kunjungan ke rumah sakit darurat saat reses merupakan kesempatan untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Di tengah keterbatasan fasilitas, pasien tetap membutuhkan perawatan, sementara tenaga kesehatan harus terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan medis warga.

Ia menyempatkan waktu mengunjungi saudara-saudara yang sedang dirawat di tenda-tenda darurat.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi pasien sekaligus pengingat bahwa pemulihan pascabencana harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Benny, pemerintah perlu memastikan adanya langkah konkret dan terukur untuk memulihkan rumah sakit yang rusak, termasuk kejelasan rencana pembangunan kembali, dukungan anggaran, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Saudara-saudara kita yang sedang sakit membutuhkan pelayanan yang layak. Mereka tidak hanya membutuhkan obat dan tenaga medis, tetapi juga tempat perawatan yang aman dan manusiawi. Karena itu, pemulihan rumah sakit harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia berharap persoalan kerusakan RSUD Ruteng tidak berlarut-larut sehingga masyarakat Manggarai dan sekitarnya dapat kembali mengakses pelayanan kesehatan secara optimal.

Bencana, menurut Benny, bukan hanya meninggalkan kerusakan fisik, melainkan juga menghadirkan tanggung jawab untuk memastikan kehidupan masyarakat kembali pulih. Dalam proses tersebut, keberadaan rumah sakit yang aman dan berfungsi dengan baik merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda. []

Editor: Redaksi Media Reputasi

0

Berita Terkait

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.