Tiga Hari di Indonesia, Sekjen PBB Guterres Temui Prabowo di Hambalang

BOGOR, literat.id — Anak-anak berpakaian adat Nusantara berbaris di halaman Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (18/10/2026). Mereka menyambut tamu yang jarang singgah ke kediaman pribadi presiden: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres. Presiden Prabowo Subianto menunggu di teras dan menyambut langsung Guterres yang turun dari kendaraan dengan atasan batik motif parang berwarna cokelat.
Setelah berfoto bersama di pendopo, keduanya masuk ke ruang pertemuan untuk pembicaraan bilateral yang melibatkan delegasi masing-masing. Sekretariat Presiden menyebut pertemuan itu menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk perdamaian, stabilitas, dan penyelesaian persoalan global melalui jalur multilateral.
Guterres datang bersama sejumlah pejabat PBB, di antaranya Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air Retno Marsudi dan Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia Gita Sabharwal. Dalam rilis Kantor PBB di Jakarta, Guterres menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian. Ia juga memuji kepemimpinan Indonesia dalam mendorong pembiayaan pembangunan yang inovatif dan memajukan aksi iklim.
Kunjungan kerja ini berlangsung tiga hari. Guterres mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu malam (17/10/2026) dan disambut upacara kenegaraan serta pasukan jajar kehormatan. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menjemputnya mewakili pemerintah, menurut laporan Katadata. Agenda Guterres juga mencakup kunjungan ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Kabupaten Bogor.
Pertemuan di Hambalang bukan tatap muka pertama kedua pemimpin. Prabowo dan Guterres pernah bertemu di Markas PBB, New York, pada 22 September 2025, seusai Prabowo berpidato dalam konferensi tingkat tinggi tentang penyelesaian damai masalah Palestina dan solusi dua negara. Sekretariat Presiden merangkum rangkaian pertemuan dari Rio de Janeiro, New York, hingga Hambalang sebagai cermin kemitraan Indonesia dan PBB.
Hingga berita ini disusun, belum ada rincian resmi tentang kesepakatan konkret yang lahir dari pertemuan tersebut.
Editor: Redaksi Literat.id





