Lewati ke konten

Kementan-BULOG Kirim 33.000 Ton Jagung ke Jawa, Respons Aspirasi Peternak Mikro

· 2 menit baca1.787kali dibaca
Redaksi Literat.id, literat.id
Penulis

LITERAT.ID — Pemerintah bergerak cepat merespons aspirasi peternak mikro yang disampaikan melalui Komisi IV DPR RI. Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Perum BULOG menyiapkan mobilisasi sekitar 33.000 ton jagung dari sejumlah sentra produksi untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak di Pulau Jawa.

Jagung tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak rakyat, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha mereka.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan jagung pakan harus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, ketersediaan bahan baku pakan berpengaruh langsung terhadap biaya produksi peternak dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

"Kementan berkolaborasi erat dengan Satgas Pangan untuk mengawal distribusi dan memastikan tidak ada penimbunan jagung oleh oknum-oknum pengepul atau pedagang," kata Agung dalam keterangan di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Tinjau langsung pemuatan di Makassar

Sejalan dengan upaya tersebut, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung proses pemuatan jagung SPHP di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2026).

Sebanyak 10.000 ton jagung disiapkan untuk dikirim melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum didistribusikan kepada peternak mikro di berbagai daerah di Jawa.

"Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi para peternak yang disampaikan di DPR RI dan langsung kami respons dengan mempercepat pengiriman jagung dari daerah-daerah sentra produksi," ujar Ahmad Rizal.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Rizal didampingi Pemimpin Wilayah BULOG Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat beserta jajaran. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan kapal, kelancaran pemuatan, serta jadwal keberangkatan agar pasokan dapat segera diterima daerah tujuan.

Dari total target 10.000 ton, sebanyak 8.214 ton jagung telah dimuat ke kapal saat peninjauan berlangsung. Proses pemuatan ditargetkan selesai pada Kamis malam, sehingga kapal dapat berangkat paling lambat Jumat (23/10/2026).

Tiba di Jawa dalam tiga hari

BULOG memperkirakan perjalanan laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak memerlukan waktu sekitar tiga hari. Setelah tiba, jagung akan disalurkan kepada peternak mikro di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain dari Sulawesi Selatan, BULOG menyiapkan sekitar 15.000 ton jagung dari Gorontalo. Pengiriman dari NTB juga terus dipersiapkan dengan volume sekitar 8.000 ton melalui jalur darat dan laut, termasuk penyeberangan Bali menuju Jawa Timur.

Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, total pasokan dari ketiga wilayah mencapai sekitar 33.000 ton.

Mobilisasi ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan jagung pakan di wilayah Jawa yang membutuhkan tambahan pasokan, sekaligus menekan biaya produksi peternak rakyat. []

Editor: Redaksi Media Reputasi

0

Berita Terkait

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.