Salimah Ternate Bersama OJK dan MES, Bekali Ibu-ibu Ilmu Tangkal Investasi Bodong dan Pinjol

LITERAT.ID — Maraknya kasus investasi bodong dan jeratan pinjaman online (pinjol) yang menyasar kaum perempuan di Ternate menjadi alarm bagi ketahanan ekonomi keluarga.
Menanggapinya, Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Ternate menggelar Talkshow dan Workshop Keuangan bertajuk Financial Literacy Capital Market Education (FLCME) 2026 atau Sekolah Pasar Modal (SPM) Intermediate & Advanced pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 13.00 WIT hingga selesai di Aula BPVP Provinsi Maluku Utara.
Acara ini diikuti oleh para peserta dari organisasi perempuan dan Majelis Taklim se-Kota Ternate.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026 ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Salimah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Maluku Utara.
Selain ketiga lembaga tersebut, acara ini juga melibatkan Bursa Efek Indonesia (BEI), Phintraco Sekuritas, serta Majelis Taklim sekota Ternate.
Sinergi ini dilakukan untuk membekali para ibu agar lebih cerdas mengelola keuangan keluarga dan terhindar dari berbagai skema penipuan.
Ketua PD Salimah Kota Ternate, Zakiah Soleman, menegaskan bahwa ibu merupakan manajer keuangan keluarga yang sangat vital. Karena itu, edukasi finansial menjadi bekal penting agar keluarga tidak mudah terjebak investasi bodong maupun pinjol.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi bekal agar ke depan para ibu lebih bijak dan terhindar dari maraknya investasi bodong serta skema keuangan merugikan lainnya. Kalau ibunya cerdas, keluarga pasti selamat,” ujarnya.
Acara tidak hanya berisi ceramah, tetapi juga materi taktis. Peserta diajak mengenali modus penipuan, memahami hak-hak konsumen di sektor jasa keuangan, memverifikasi legalitas lembaga keuangan, hingga praktik langsung membuka akun investasi legal yang diawasi negara.
Edukasi dibagi dalam tiga sesi. Abi Suar, S.E., M.E. selaku Perwakilan MES Maluku Utara membahas cara membentengi keluarga dari jeratan riba, arisan bodong, dan jebakan pinjol konsumtif.
Risman Ibrahim, Asisten Manajer PEPK LMS Kantor OJK Provinsi Maluku Utara, memaparkan hak masyarakat di sektor jasa keuangan serta langkah penanganan jika terlanjur menjadi korban investasi bodong.
Sementara Rahma Artika Salampessy, MM., CFP., CSA, Deputi Kepala Wilayah Maluku & Maluku Utara Bursa Efek Indonesia, memperkenalkan investasi syariah di pasar modal sebagai alternatif menabung yang aman dan produktif.
Keseruan berlanjut pada sesi workshop pembukaan rekening efek yang dipandu secara virtual oleh Muh. Sahril G. Bugis, MM, Representative Officer Phintraco Sekuritas Cabang Ambon, bersama Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Unkhair. Para peserta diajak melek teknologi dan mulai berinvestasi secara legal.
Ketua Bidang Ekonomi PD Salimah Ternate, Sitti Mukarramah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar masyarakat, khususnya perempuan, lebih mengenal investasi dan terhindar dari investasi bodong.
Dengan mengusung semangat "Cerdas Finansial, Bijak Berinvestasi, Keluarga Penuh Berkah", Salimah Ternate berharap gerakan cerdas finansial ini terus bergulir di tengah masyarakat.
Mereka juga membuka pintu kolaborasi bagi komunitas yang ingin bersinergi dalam program pemberdayaan perempuan dan keluarga. []
Editor: Redaksi Media Reputasi





