Lewati ke konten

Diniyyah Al-Azhar Indonesia (DAI) Buka Dialog dengan UNITEN Malaysia, Hafizh El Yusufi: Buka Peluang Kerja Sama dan Saling Berbagi Pengalaman

· 1 menit baca1.452kali dibaca
Redaksi Literat.id, literat.id
Penulis

LITERAT.ID – Direktorat Pendidikan Diniyyah Al Azhar Indonesia memulai rangkaian kunjungan silaturahim dan kerja sama di Malaysia dengan mendatangi Universiti Tenaga Nasional (UNITEN).

Kunjungan ke kampus milik Tenaga Nasional Berhad (TNB) tersebut menjadi langkah pembuka agenda yang berlangsung pada 28–31 Oktober 2026.

Direktur Pendidikan Diniyyah Al Azhar Indonesia (DAI), H.M. Hafizh El Yusufi, menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah merawat dan memperkuat jalinan silaturahim yang telah lama terbangun, sekaligus membuka peluang kerja sama baru.

"Ada beberapa lembaga yang memang sudah lama terjalin silaturahim. Jadi kita ingin memperkuat kembali jalinan silaturahim yang sudah lama terjalin dan terus menguatkan kerja sama," ujarnya.

Pada hari pertama, rombongan Diniyyah Al-Azhar disambut baik oleh Vice Chancellor UNITEN, Profesor Insinyur Dr. Izham, bersama sekitar tujuh pejabat universitas lainnya. Pertemuan tersebut diisi dengan perbincangan dan dialog mengenai peluang kerja sama, saling berbagi pengalaman, serta diakhiri dengan tur mengelilingi kampus.

UNITEN merupakan universitas swasta terkemuka yang dimiliki penuh oleh TNB, perusahaan listrik terbesar di Asia Tenggara, dan berdiri sejak 1997.

Kampus ini dikenal fokus pada bidang ketenagalistrikan, energi, dan teknologi, sehingga membuka ruang kolaborasi yang luas bagi lembaga pendidikan seperti Diniyyah Al-Azhar.

Hafizh menambahkan bahwa pola pengembangan berbasis kemitraan akan terus diperkuat karena terbukti efektif memajukan lembaga.

"Diniyyah Al-Azhar memahami bahwa pola pengembangan berbasis kemitraan ini akan terus kita kuatkan dan terbukti sudah sangat baik sekali dalam memajukan lembaga," tuturnya.

Selain UNITEN, agenda hari pertama juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan ke sejumlah lembaga yang telah lama menjalin kerja sama, seperti Wadah Pencerdasan Umat Malaysia (WADAH) yang telah bermitra hampir sepuluh tahun dengan Diniyyah Al-Azhar, serta lembaga pendidikan lain di Malaysia.

Kunjungan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarl embaga, tetapi juga menghasilkan program-program kolaboratif yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan Islam. []

Editor: Redaksi Media Reputasi

0

Berita Terkait

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.