Lewati ke konten

Menko AHY Tekankan Infrastruktur Tangguh Bencana dan Adaptif Perubahan Iklim

· 2 menit baca2.987kali dibaca
Redaksi Literat.id, literat.id
Penulis

LITERAT.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tangguh menghadapi bencana serta adaptif terhadap perubahan iklim.

Hal tersebut disampaikan Menko AHY usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Sidang tersebut membahas pencapaian strategis serta berbagai aspek pembangunan yang perlu terus dievaluasi dan dibenahi.

Dorong Pemenuhan Prioritas Nasional

Dari sisi pembangunan infrastruktur, Menko AHY menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong pemenuhan prioritas nasional, termasuk mendukung swasembada pangan, energi, dan air.

Pembangunan juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas pendukung di sektor pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Selain itu, penguatan konektivitas antarwilayah menjadi perhatian penting untuk menekan biaya logistik dan transportasi.

Dengan konektivitas yang semakin baik, pembangunan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

Arahan Presiden Prabowo

Menko AHY menyampaikan arahan Presiden Prabowo agar seluruh jajaran pemerintah terus bekerja serius dan fokus mencari solusi terbaik atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari bencana, kebakaran hutan, hingga pembangunan di berbagai wilayah.

Penguatan ketahanan pangan, energi, dan air juga menjadi perhatian agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dan tidak menimbulkan kesulitan bagi warga di berbagai daerah.

Infrastruktur Tangguh di Wilayah Rawan Bencana

Lebih lanjut, Menko AHY menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang tangguh di tengah kondisi geografis Indonesia yang rentan terhadap bencana. Menurutnya, pembangunan harus memperhatikan tata ruang wilayah dan memastikan seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah dipatuhi.

Pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat kolaborasi untuk memastikan pelaksanaan tata ruang berjalan sesuai ketentuan.

Kepatuhan terhadap tata ruang menjadi aspek penting dalam mengurangi risiko bencana, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi.

"Infrastruktur tidak hanya membangun lebih banyak tapi juga lebih kuat, lebih punya daya tahan dan adaptasi terhadap perubahan iklim," ujar Menko AHY.

Penekanan tersebut menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan ketahanan.

Infrastruktur perlu dirancang dengan mempertimbangkan risiko bencana serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan

Sidang Kabinet Paripurna ini juga melakukan evaluasi pelaksanaan program pemerintah selama dua tahun terakhir, sekaligus membahas berbagai isu strategis dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.

Sidang kabinet menjadi forum bagi jajaran pemerintah untuk membahas perkembangan pelaksanaan kebijakan serta menyelaraskan langkah antarkementerian dan lembaga dalam mencapai target yang telah ditetapkan. []

Editor: Redaksi Media Reputasi

0

Berita Terkait

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.