Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di OSIS Camp: Anak-Anak Tak Cuma Butuh Sekolah, Mereka Butuh Didengar

LITERAT.ID — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada penyediaan gedung dan fasilitas, tetapi juga harus memberi ruang bagi siswa untuk bersuara. Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke OSIS se-Maluku Utara Camp.
"Saat berkunjung ke OSIS se-Maluku Utara Camp, saya mendengarkan langsung aspirasi siswa SMA, SMK, dan SLB. Tentang sekolah mereka, fasilitas yang masih kurang, kesulitan yang dihadapi, dan harapan untuk masa depan," kata Sherly dalam keterangannya (21/10/2026).
Sherly menekankan pentingnya mendengarkan suara anak-anak, karena menurutnya merekalah yang paling memahami kebutuhan di sekolah.
"Anak-anak kita tidak hanya butuh sekolah. Mereka butuh didengar," ujarnya.
"Saya percaya, anak-anak yang setiap hari belajar di sekolah adalah orang yang paling tahu apa yang mereka butuhkan," lanjut Sherly.
Ia menyoroti bahwa hal-hal yang sering dianggap sederhana oleh orang dewasa, seperti meja, kursi, lampu, internet, ruang kelas, kamar mandi, hingga akses belajar, memiliki arti besar bagi para siswa.
"Bagi kita, mungkin hanya meja, kursi, lampu, internet, ruang kelas, kamar mandi, atau akses belajar. Tetapi bagi mereka, hal-hal sederhana itu bisa menentukan kenyamanan, semangat, bahkan kesempatan untuk meraih cita-cita," kata Sherly.
Menurut Sherly, setiap anak memiliki potensi yang berbeda, namun semuanya berhak mendapatkan kesempatan yang sama, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.
"Setiap anak punya potensi yang berbeda, tetapi semuanya berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Termasuk anak-anak kita yang memiliki kebutuhan khusus," ujarnya.
Sherly menegaskan bahwa tugas pemerintah tidak hanya membangun sekolah, tetapi juga memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan fasilitas maupun keadaan.
"Tugas pemerintah bukan hanya membangun sekolah, tetapi memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan fasilitas maupun keadaan," kata Sherly.
Ia pun mengapresiasi keberanian para siswa yang telah menyampaikan aspirasi mereka dan mendorong mereka untuk terus bersuara.
"Terima kasih sudah berani bersuara. Jangan berhenti menyampaikan aspirasi," ujar Sherly.
Sherly menutup dengan menegaskan bahwa masa depan pendidikan tidak boleh diputuskan hanya oleh orang dewasa, tanpa melibatkan suara anak-anak yang menjalaninya.
"Karena masa depan pendidikan tidak boleh hanya diputuskan oleh orang dewasa, tanpa mendengarkan anak-anak yang menjalaninya," katanya. []
Editor: Redaksi Media Reputasi



