Lewati ke konten

Kadikbud Malut Paparkan Strategi Penanganan ATS dalam Peringatan Sumpah Pemuda di Halmahera Selatan

· 2 menit baca1.730kali dibaca
Redaksi Literat.id, literat.id
Penulis

LITERAT.ID — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara Dr. Abubakar Abdullah, S.Pd., M.Si., menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memperkuat karakter generasi muda.

Penegasan itu disampaikan saat ia bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di SMA Negeri 3 Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Senin (28/10/2026).

Kehadiran Kadikbud Malut dalam momentum bersejarah tersebut menjadi penanda keseriusan Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong peran aktif generasi muda, sekaligus menjawab tantangan nyata pembangunan sektor pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan.

Di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik, Abubakar mengingatkan kembali semangat persatuan yang dicetuskan para pemuda pada 28 Oktober 1928. Menurutnya, semangat itu harus tetap menyala di era digital.

"Semangat Sumpah Pemuda harus terus menyala dalam jiwa generasi muda Maluku Utara. Di era digital saat ini, persatuan, karakter yang kuat, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kunci utama agar pelajar kita mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," tegasnya.

Tantangan Pendidikan dan Angka ATS

Dalam kesempatan itu, Abubakar memaparkan gambaran umum sektor pendidikan di Maluku Utara yang saat ini mencakup 2.249 sekolah, 27.382 guru, dan 259.987 siswa.

Ia mengungkapkan, meski akses pendidikan dasar relatif baik, angka partisipasi sekolah mulai menunjukkan penurunan di tingkat SMP dan SMA, terutama di wilayah kepulauan.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara mencatat jumlah ATS di Maluku Utara mencapai 34.909 anak, yang didominasi kategori belum pernah sekolah dan putus sekolah.

Faktor geografis wilayah kepulauan, kondisi ekonomi keluarga, hingga keterbatasan akses fisik menuju sarana pendidikan menjadi tantangan utama penyebab tingginya angka tersebut.

Langkah Strategis Dinas Pendidikan

Guna mengikis angka ATS dan memastikan pemerataan hak belajar bagi seluruh anak di Maluku Utara, pemerintah provinsi menginisiasi sejumlah program prioritas. Salah satunya adalah pembebasan uang komite bagi seluruh siswa SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta.

"Selain itu, kami terus melakukan rehabilitasi sarana-prasarana pendidikan di Maluku Utara. Pada tahun 2025 ada sebanyak 186 satuan pendidikan masuk daftar penerima program revitalisasi melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku Utara, dan 68 sekolah tersentuh pembangunan fisik dan rehabilitasi, mencakup pembangunan 13 Ruang Kelas Baru/RKB, rehabilitasi 41 ruang kelas, 5 aula, 2 laboratorium, 3 perpustakaan, 20 pagar sekolah, ruang guru, rumah dinas guru, dan lain-lain. Pada tahun 2026 juga ada sekolah yang mendapatkan rehabilitasi sarana-prasarana pendidikan. Kami juga merancang program pendidikan jarak jauh khusus untuk menjangkau anak-anak kita di wilayah kepulauan terpencil," ujar Abubakar.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman SMAN 3 Halmahera Selatan berlangsung khidmat.

Kegiatan ditutup dengan sesi dialog interaktif serta ramah tamah antara Kadikbud Malut bersama para guru, tenaga kependidikan, dan jajaran pengurus OSIS SMAN 3 Halmahera Selatan. []

Penulis: Subkhan Tomaito

Editor: Redaksi Media Reputasi

0

Berita Terkait

Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.